Perbedaan Izin Pirt dan Bpom

Perbedaan Izin Pirt dan Bpom

16 February 2022, Pukul 10:01
Admin
0 Komentar

Untuk menjaga masyarakat dari produk makanan olahan yang dapat membahayakan kesehatan konsumen, diperlukan izin atau sertifikasi untuk produk makanan yang diproduksi dengan menggunakan produsen makanan. Tahukah anda perbedaan izin PIRT dan BPOM? Berikut ini akan dijelaskan lebih lanjut. Semua barang dagangan makanan yang akan diiklankan di Indonesia, baik dari dalam maupun luar negeri, harus didaftarkan dan disahkan melalui badan hukum.Jika kita mengamati barang dagangan makanan dan minuman yang beredar di supermarket, toko, warung dan pasar, kita akan menemukan variasi pendaftaran di bagian depan label produk makanan dengan kode SP, MD atau ML yang diamati dengan bantuan menggunakan rangkaian angka.

Jenis Makanan yang mencirikan Perbedaan Izin PIRT dan BPOM

Untuk industri skala rumah tangga, cukup masuk ke dalam barang yang akan diiklankan melalui Dinas Kesehatan berupa Nomor SP dan Nomor P-IRT (Makanan Industri Rumah Tangga). Nomor SP adalah Sertifikat Penyuluhan, adalah varietas pendaftaran yang diberikan kepada pedagang kecil dengan modal terbatas dan pengawasan diberikan dengan bantuan menggunakan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kodya, terkendali hingga penyuluhan.Maka ada perbedaan antara perbedaan izin PIRT dan BPOM. Selain itu, mungkin ada sertifikasi dalam bentuk PIRT. Varietas PIRT ini digunakan untuk makanan dan minuman yang memiliki kekokohan atau kekokohan lebih dari 7 hari. Varietas PIRT sah selama lima tahun dan setelah itu dapat diperpanjang. Untuk makanan dan minuman yang memiliki masa simpan kurang dari 7 hari, dapat dimasukkan dalam kelas Jasa Catering Sehat dan jenis PIRT hanya berlaku selama tiga tahun. Ada perbedaan izin PIRT dan BPOM Izin PIRT tidak dapat dikeluarkan jika zat yang dihasilkan adalah:

  1. 1. Susu dan barang olahannya;
  2. 2. Daging, ikan, ayam dan olahannya yang memerlukan teknik garasi dan/atau garasi beku;
  3. 3. Makanan kaleng;
  4. 4. Makanan bayi;
  5. 5. Makanan bayi;
  6. 6. AMDK (Air Minum Dalam Kemasan);
  7. 7. Makanan/Minuman yang seharusnya memenuhi persyaratan SNI;
  8. 8. Makanan/Minuman diputuskan dengan bantuan Badan POM.

Produsen makanan dan minuman dengan modal besar yang diharapkan dalam upaya memenuhi kebutuhan perlindungan makanan yang ditetapkan dengan bantuan otoritas dapat menandatangani barang dagangan makanan dan minumannya dengan BPPOM untuk mendapatkan Nomor MD atau Nomor ML. Produsen makanan dan minuman dengan modal besar yang diharapkan dalam upaya memenuhi kebutuhan perlindungan makanan yang ditetapkan dengan bantuan otoritas dapat menandatangani barang dagangan makanan dan minumannya dengan BPPOM untuk mendapatkan Nomor MD atau Nomor ML.Ini lah yang menunjukan perbedaan izin PIRT dan BPOM. Bagi produsen yang memiliki merchandise Food and Beverage yang berasal dari amerika serikat bisa mendapatkan MD NUMBER. Untuk Pabrikan yang memiliki banyak lokasi unit produksi yang berbeda, tetapi menghasilkan produk yang sama, variasi MD yang diberikan terutama didasarkan pada kode sekitar produk. Sehingga produk makanan yang sama dapat terjadi, namun memiliki variasi MD yang berbeda karena diproduksi bermil-mil dengan menggunakan pabrik yang memiliki perbedaan izin PIRT dan BPOM. Hal ini dimaksudkan untuk meringankan produsen dalam kasus kasus yang bertentangan dengan yang diproduksi dari merek tertentu, yang menyerukan penghentian produksi produk itu. Jadi faktor paling sederhana yang menderita dari penghentian produksi adalah lingkungan yang menghasilkan produk MD ini mengalami masalah. Varietas pendaftaran tetap sah sepanjang tidak ada perubahan komposisi, modifikasi teknik atau modifikasi di sekitar pabrik pengolahan dan lain-lain. Jika mungkin ada ekstrade dalam hal-hal yang disebutkan di atas, pabrikan harus mencatat variasi ini ke POM, dan jika ekstrade terlalu besar, itu harus didaftarkan ulang.

Tidak Dapat Ditransfer

Akhir-akhir ini semakin banyak produsen yang menggunakan penawaran manufaktur dari pabrik yang berbeda, dalam hal memproduksi tol atau maclon. Dalam hal ini, varietas MD diberikan kepada produsen yang menghasilkan produk tersebut. Jadi jika pabrikan akan mengalihkan produksinya ke unit manufaktur lain, mereka harus masuk kembali dengan POM. Sejauh ini, pendaftaran makanan dan minuman untuk seluruh wilayah Indonesia segera ditangani dengan bantuan Direktorat Pengkajian Keamanan Pangan, Badan POM. Untuk makanan rumahan, diperlukan fotokopi izin komersial dari Kementerian Perindustrian dan Perdagangan. Demikianlah perbedaan izin PIRT dan BPOM.

    Share Artikel Ini :

Tinggalkan Komentar