Perbedaan Pemasaran Digital Dengan Pemasaran Tradisional Untuk Pelaku Usaha

Perbedaan Pemasaran Digital Dengan Pemasaran Tradisional Untuk Pelaku Usaha

20 November 2021, Pukul 10:45
Admin
0 Komentar

Banyak cara yang bisa dilakukan oleh para pelaku usaha untuk menarik minat pelanggan. Salah satunya memakai teknik marketing atau pemasaran. Oleh karena itu, penting mengetahui perbedaan pemasaran digital dengan pemasaran tradisional.

 

4 Perbedaan Pemasaran Digital Dengan Pemasaran Tradisional

Sebelum memutuskan akan menggunakan teknik mana sebaiknya kenali terlebih dahulu perbedaan di antara keduannya. Hal ini dikarenakan ada banyak hal yang harus dipertimbangkan.

1. Metode Pemasaran

Perbedaan pemasaran digital dengan pemasaran tradisional adalah pada cara tradisional tetap bisa mengerjakan tanpa adanya sambungan internet. Metode tersebut telah ada sejak lama.

Saat ini memang sudah jarang perusahaan yang menggunakannya namun telah melekat dengan kehidupan sehari-hari. Contohnya adalah selebaran, baliho, iklan di majalah atau koran, radio, televisi dan lain sebagainya.

Perbedaan pemasaran digital dengan pemasaran tradisional yaitu pada cara digital biasanya berkembang dengan sangat cepat. Hal ini dikarenakan pada prakteknya memanfaatkan internet dan teknologi terupdate.

Biasanya pemasaran secara digital mencakup konten situs web, mengoptimalkan teknik SEO dan memposting konten melalui media sosial. Selain itu, ada juga pemasaran dengan metode afiliasi, kampanye melalui email, pemasaran konten dan lain-lain.

2. Jangkauan Pasar

Perbedaan pemasaran digital dengan pemasaran tradisional dalam hal jangkauan pasarnya jelas berbeda. Pada cara tradisional jangkauannya hanya untuk suatu wilayah tertentu saja. Misalnya dengan menyebarkan brosur atau memasang baliho.

Lain halnya dengan pemasaran digital yang bisa membuat jangkauan target pasar lebih luas bahkan hingga tingkat nasional maupun internasional. Hal ini bisa terwujud berkat adanya jaringan internet.

Oleh karena itu, para pelaku bisnis harus selalu mengikuti perkembangan teknologi dan internet. Hal ini sangat menguntungkan karena berpeluang meningkatkan target penjualan. Untuk mempelajari cara pemasaran digital, anda bisa melakukannya di SekolahUMKM.id.

3. Waktu Dan Biaya

Perbedaan pemasaran digital dengan pemasaran tradisional dari segi biaya adalah bahwa cara tradisional ternyata lebih mahal. Saat menghitung pengeluaran iklan untuk pemasaran tradisional pasti hasilnya sangat banyak. Misalnya untuk membayar iklan di radio dan televisi tentu membutuhkan banyak biaya. Belum lagi saat menyebarkan iklan melalui majalah maupun koran tentu semakin menambah budget. Tarifnya untuk setiap kali iklan pun tidaklah murah.

Sedangkan dengan pemasaran digital, anda bisa lebih menghemat biaya pengeluaran. Biaya bisa menyesuaikan dengan dana yang tersedia. Misalnya anda ingin biaya per klik iklan anda dibuat murah menjadi Rp 500 per klik iklan atau Rp 15.000 per 1.000 orang dijangkau. Dengan demikian, biayanya lebih fleksibel sesuai kebutuhan.

Selain itu, dari segi waktu atau kecepatan jangkauan pemasaran, pada pemasaran digital iklan bisa tersebar dengan cepat dalam hitungan menit saja. Sedangkan pada pemasaran tradisional membutuhkan lebih banyak waktu lagi, bahkan dalam hitungan hari. Proses pemasarannya juga memakan banyak waktu sehingga kurang efektif dan efisien.

4. Cara Komunikasi

Dalam cara tradisional interaksi yang berlangsung hanya satu arah. Artinya, penonton iklan tidak bida langsung memberikan respon kepada produsen yang memasang iklan di televisi. Hal yang sama juga terjadi saat memasang iklan di radio maupun media cetak. Pendengar dan pembaca tidak bisa langsung berinteraksi dengan produsen. Dengan demikian, produsen hanya menunggu agar pendengar maupun pembaca membeli produknya.

Sedangkan pada cara digital menggunakan komunikasi langsung dua arah. Banyak keuntungan menggunakan cara ini karena lebih strategis dan efektif dalam menarik perhatian calon konsumen. Dengan cara digital seorang calon konsumen bisa melakukan interaksi dengan produsen secara langsung. Alhasil, produsen bisa mengetahui bagaimana respon dari konsumen terkait produk yang dijual.

 

Kesimpulan

Perbedaan pemasaran digital dengan pemasaran tradisionalterlihat jelas melalui berbagai aspek. Misalnya dari segi metode dan strateginya yang jelas keduanya berbeda. Kedua cara tersebut bisa dikombinasikan agar menjangkau target lebih luas. Dengan demikian kini anda dapat menentukan apakah model usaha anda lebih cocok dengan metode pemasaran digital ataukah dengan metode pemasaran tradisional atau malah kombinasi keduanya?

    Share Artikel Ini :

Tinggalkan Komentar